Tampilkan postingan dengan label Resume Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resume Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2013

(Resume) Amal Jama'i


“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeri pada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali Imran:104).

Amal Jama’i adalah kegiatan yang merupakan produk suatu keputusan jama’ah yang selaras dengan manhaj (sistem) yang telah ditentukan bersama, bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

Amal jama’i memiliki ciri-ciri :

  1. Aktivis yang akan dijalankan harus bersumber dari keputusan atau persetujuan jama’ah. 
  2. Setiap tindakan dan akivitasnya harus sesuai dengan dasar dan strategi atau pendekatan yang telah digariskan oleh jama’ah. 
  3. Seluruh tindakannya harus bertujuan untuk mencapai cita-cita yang telah ditetapkan bersama. 


Syarat mutlak bagi organisasi yang bergerak dalam aktivitas islami adalah harus mempunyai sistem organisasi yng lengkap dan kepemimpinan yang gesit. Hasan al Banna, dalam merumuskan masalah ini pernah menyimpulkan bahwa gerakan da’wah ikhwanul muslimin tegak diatas dasar “pengorganisasian yang rapi, iman yang teguh, dan jihad yang lestari”.

Sebagai manifestasi ciri-ciri pengorganisasian yang paling jelas dan perlu mendapat perhatian yaitu:

  1. Bekerja keras, serius, gigih dan potensial dalam menjalankan seluruh tugas gerakan. 
  2. Manajemen yang rapi dan sistematik , serta disiplin yang tinggi ala militer. 
  3. Petunjuk pelaksanaan kerja yang jelas. 
  4. Pembagian tanggung jawab yang jelas bagi masing-masing pimpinan, 
  5. Menentukan sistem komunikasi anggota dan pimpinan yang bertanggung jawab di masing-masing peringkat kepemimpinan. 
  6. Komitmen penuh dengan apa yang telah ditetapkan oleh jamaah melalui pihak-pihak yng bertanggung jawab terhadapnya. 


Ketentuan, ciri-ciri,prinsip dasar dan sistem gerakan.

  1. Wasilah dakwah Tidak boleh bertentangan dengan hukum islam. 
  2. Marhalah dakwah Adalah kerangka dasar dan startegi jama’ah dengan melalui pengkajian yang mendalam tentang sejauhmana kekuatan dan kemampuan jamaah. 
  3. Maudhu’ dakwah (tema dakwah) Tema atau maudhu’ da’wah adalah mengenai totalitas ajaran islam. Diantara yan terpenting ialah yang menyangkut keimanan kepada Allah, Rasulullah (yang meliputi segala perbuatan, perkataan dan ketetapannya) dan beriman kepada hari akhir.
  4. Kaifiyat dakwah (metode pendekatan dakwah). Baik berupa Dakwah fardiyah dan pendekatan pribadi. Penyampaian buku-buku. Ceramah-ceramah Berkomunikasi dengan ahli ibadah maupun Akhlaq da’i 


Gerakan bersama akan mendatangkan hasil serta dapat mencpai tujuan dan cita-citanya apabila kegiatannya kontinue. Kegiatan kontinue menjadi syarat penting sebelum jamah dapat mencapai tujuannya. Agar amal jama’i bersifat kontinu maka organisasi tersebut harus memiliki kemantapan organisasi yang ditentukan oleh

  1. Gerakan bersama yang kontinue bergantung pada keutuhan dan kemantapan organisasi tanpa ada keretakan dan perpecahan. 
  2. Gerakan bersama dapat kontinue apabila mampu mempertahankan semangat anggotanya ke tahap yang paling tinggi dan kuat. 
  3. Persatuan, disiplin, serta ketahanan anggota merupakan faktor terpenting bagi kontinuitas gerakan bersama. Persoalan terakhir yaitu cara menjaga persatuan, keutuhan organisasi, melestarikannya


Adapun Fakto-Faktor yang mempengaruhi ketahanan amal jama’i adalah

  1. Adanya keyakinan pertolongan dari Allah agar ketahanan organisasi tetap terjaga walaupun susah. 
  2. Jika ada bencana, dan sudah diketahui dengan pasti sumber bencananya, maka harus selalu waspada dan mengambil lengkah-langkah pengamanan, serta dengan cepat memberantas sumber bencana sebelum menular.




Tuk Para Pejuang di Jalan Da’wah


Saudaraku, Rahmat Allah ‘Azza Wa Jalla adalah hak setiap kaum beriman. Inilah yang dikatakan para salafus shalih :” Kasihan para orang yang lalai, mereka keluar dari dunia, tapi tidak sempat merasakan sesuatu yang paling indah di dunia.
” Tabi’in yang lain mengatakan :” Andai para raja itu tahu kebahagiaan yang kami miliki, pastilah mereka rebut kebahagiaan itu dengan pedang-pedangnya.”
Saudaraku,
Renungkanlah firman Allah ‘Azza Wa Jalla,” Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya. .” (Q.S: Al Kahfi:28)
Saudaraku,

Tak ada yang lebih indah dari kebersamaan dan menjalin kedekatan dengan Allah ‘Azza Wa Jalla. Ketenangan jiwalah yang akan terpancar dari semua usaha pendekatan diri kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Kedekatan dengan Allah ‘Azza Wa Jalla yang akan menjadikan seorang pejuang saat di penjara seorang diri merasakan terbukanya pintu penjara justru mengganggu konsentrasinya dari suasana ‘intim’ bersama Sang Khaliq. Ia memanfaatkan kondisi di penjara untuk menyendiri dengan Allah ‘Azza Wa Jalla, berdzikir, tafakur, shalat dan berdo’a. Jika umumnya para tahanan sangat ingin menanti waktu istirahat dimana pintu penjara dibuka, tapi sang pejuang itu justru mengatakan,” Jika pintu ini terbuka maka keintimanku dengan Allah terganggu, dan aku justru merasa tidak tenang ketika pintu ini dibuka, dari pada pintu ini tertutup.” ( Baina Rabbaniyah Wal Maddiyah, Mushthafa Masyhur, 86 )

Seperti itulah tenang dan nikmatnya bersama Allah ‘Azza Wa Jalla saudaraku. Mari letakkan hati kita disini. Bersama Allah.

Saudaraku,
Seringlah mengunjungi saudaramu dalam jalan ini. Jangan jauhkan mereka dari hati. Sering-seringlah berkunjung, bertatap muka dan memandang wajah mereka. Disanalah engkau akan menemui berkah hidup berjama’ah, yang dapat memberi bekal bagi jiwa agar kita dapat melanjutkan perjalanan ini sampatujuan akhir…ridha Allah dan Surga-Nya.

Saudaraku,
Jika ada di antara kita yang merasakan adanya jarak dan kesenjangan hubungan dengan kaum beriman, kembalikanlah keadaan itu pada kualitas kedekatan hubungan kita dengan Allah ‘Azza Wa Jalla. Jika kita merasakan sulit memperoleh simpati dan hati manusia, bandingkanlah kondisi itu dengan kondisi kita dalam menarik simpati dan cinta Allah ‘Azza Wa Jalla.

Saudaraku,
Jiwa ini perlu tantangan dan benturan. Dalam suasana ada tantangan dan benturan yang memunculkan mujahadah atau upaya keraslah akan muncul kualitas iman yang baik. Sayyid Quthb, pejuang da’wah Islam yang mati terdzolimi di tiang gantung mengerti sekali tentang hal ini. Katanya,” Hakikat iman tidak akan terbukti kesempurnaannya dalam hati seseorang sampai ia menghadapi benturan dengan upaya orang lain yang berlawanan dengan imannya. Karena disinilah, seseorang akan melakukan mujahadah kepadanya untuk menghalanginya dari keimanan. Disinilah cakrawala iman akan tersingkap dan terbuka. Keterbukaan yang tidak pernah terjadi pada orang yang merasakan iman secara datar.” ( Sayyid Quthb, Mustaqbal li Haadza Diin, 10 )

Saudaraku, 
kita memang hamba-hamba Allah yang jauh dari kesempurnaan dan penuh kelemahan. Karenanya, selain menanamkan niat dan tekad yang kuat, mari sama-sama tengadahkan tangan. Berharap dan berdo’alah kepada Allah ‘Azza Wa Jalla agar kita diberi kekuatan dan keteguhan.

Saudaraku,
Mari lanjutkan iringan langkah kita. Bersama-sama menuntun dan saling memberi pelita agar langkah kita tidak menyimpang dari jalan yang benar. Bersama-sama saling memompa semangat agar tekad kita terpelihara sampai tujuan hidup terakhir.
“ Perjalanan panjang hanya bisa ditempuh dengan keseriusan dan berjalan waktu malam. Jika seorang musafir menyimpang dari jalan, dan menghabiskan waktu malamnya untuk tidur, kapan ia akan sampai ke tujuan?” ( al fawaid 113)

Tetaplah disini saudaraku,
Kita mungkin akan melalui perjalanan yang lebih mendaki dan terjal. Tapi di sanalah kita berharap bisa bersama merasakan kenikmatan yang kita idam-idamkan. Maka, ucapkanlah “Alhamdulillah ” atas seluruh keadaan yang kita alami. Meski kebersamaan ini sungguh menguras keringat dan meletihkan sendi-sendi.

Saudaraku, 
Ada benteng perjalanan panjang di hadapan. Kita akan terus melangkah dan tak akan berhenti. Kita akan tetap bersama-sama berada di atas jalan ini. Mari saling berpegangan di jalan ini. Saling membantu bila ada di antara kita yang akan jatuh ke dalam jurang. Bertahanlah, karena perjalanan kita di dunia ini tidak akan lama, dan hanya sebentar. Bertahanlah…saudarak u.

Saudaraku,
Selamat jalan. Selamat berjuang. Semoga Allah ‘Azza Wa Jalla mengumpulkan kita di surga kelak. Dalam naungan ridha dan kasih-Nya.

Ilahi…Iringi tiap langkah kami dengan cinta-Mu…

Wallahu A’lam

Teruntuk Saudara-Saudariku di jalan da’wah…Jaga kenikmatan dari Ilahi ini, jangan pernah biarkan ia pergi dari hidup kita, karena da’wah fii sabilillah.. adalah nafas kita. Uhibbukum Fillah.


Dikutip dari : 
Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga 

(Resume) AL Qiyadah Wal Jundiyah


MUQODDIMAH

Islam tidak rela atas ketidakberdayaan ummatnya dalam menghadapi kenyataan. Islam tidak menghendaki kaum muslimin lemah dan takluk kepada musuh – musuhnya. Setiap muslim wajib bergerak dan berjuang serta berkorban untuk menegakkan Islam, membangun Daulah dan Khilafah Islamiyyah yang di dalamnya tegak hukum – hukum Allah supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata – mata bagi Allah ( Q.S Al Anfal : 39 ). Ketika itulah setiap mu’min bergembira dengan pertolongan Allah. Allah menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahagagah dan Yang Mahamulia.

Karena itu perjuangan melalui amal jama’i yang digerakkan sebuah jama’ah Islam yang menyeru penggabungan untuk persatuan kaum muslimin seluruh dunia, harus tersusun rapih, kuat dan terkoordinasi ( Q.S 3 : 103 ). Siroh Rasululloh SAW merupakan pengalaman praktis bagi seluruh da’wah Islam. Kemudian diikuti oleh Khulafa Al Rasyidin dengan manhaj rasulullah SAW.

Seluruh organisasi atau bangsa – bangsa, asas keberhasilannya, kebangkitan dan pembangunannya ialah adanya manhaj tertentu, pimpinan dan anggota kelompok yang bergerak dengan manhajnya. Syarat ideal yang dimiliki setiap muslim : aqidahnya lurus, ibadahnya benar, berakhlaq mulia, berfikiran cerdas, bijak, berbadan sehat dan kuat serta berguna bagi manusia, mampu bergerak dan berjuang, berdisiplin dalam segala hal, menjaga waktunya, bermujahadatunnafs dan memiliki faktor – faktor asasi sebagai pejuang muslim.

Apapun kedudukan, jabatan dan peringkatnya, setiap aktifis da’wah tetap memikul amanah dan berbagai tanggung jawab, bukan suatu kemegahan dan kebanggaan. Allah akan meminta pertanggungjawaban setiap aktifis atas amanah yang dipegangnya dan semua akan dihisab.

A. AMANAH , TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN DAN ANGGOTA.

I. Hal – Hal Yang Membantu Terlaksananya Tugas Pemimpin :

  1. Ikhlas karena ALLAH semata, selalu bertindak benar dan jujur kepada-Nya.
  2. Peka terhadap pengawasan dan penjagaan ALLAH SWT.
  3. Memohon pertolongan dan perlindungan ALLAH dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya.
  4. Memiliki rasa tanggung jawab besar.
  5. Memberikan perhatian yang cukup kepada masalah tarbiyah dan menyiapkan kader penerus.
  6. Terjalinnya rasa kasih sayang dan ukhuwah yang tulus di kalangan anggota organisasi khususnya anggota dan pimpinan.
  7. Pimpinan harus benar – benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan – persiapan sesuai dengan kemampuan.
  8. Setiap anggota organisasi harus merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung jawab pimpinan.
  9. Pimpinan harus memiliki cita – cita dan tekad berjuang.


Menurut Imam Hasan al-Banna faktor – faktor lain keberhasilan adalah :
  1. Kekuatan da’wah kita yang merupakan da’wah ALLAH, da’wah yang paling tinggi dan mulia.
  2. Tujuan yang murni ( ridho ALLAH ), terbebas dari niat kotor dan mencari keuntungan pribadi.
  3. Ketergantungan kita hanya kepada pertolongan dan dukungan ALLAH. ( Q.S 3 : 173 – 174 ) “Kalian tidak akan terkalahkan karena sedikitnya jumlah kalian, lemahnya sarana dan kurangnya alat – alat pendukung, atau karena banyaknya musuh kalian, berkumpulnya musuh – musuh menentang kalian. Tetapi ada satu sebab yang dapat menghancurkan dan menyebabkan kalian kehilangan segala – galanya, yaitu jika hati kalian telah rusak, ALLAH tidak memperbaiki amal kalian, suara kalian telah terpecah belah dan saling bertentangan pendapat “.


II. Sifat Dan Akhlak Yang Harus Dimiliki Oleh Setiap Pemimpin :


  1. Senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas karena ALLAH semata.
  2. Berdaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman dan berwawasan luas, berpandangan jauh ke depan dan tajam, mampu menganalisa berbagai persoalan dari segala segi dengan tepat dan cepat. ( Q.S 3 : 200 )
  3. Berperangai penyantun, kasih sayang, lemah lembut dan ramah.( Q.S 3 : 159 )
  4. Bersahabat.( Q.S 5 : 54 )
  5. Berani dan sportif, tidak pengecut dan membabi buta.( Q.S Al Fath : 29 )
  6. Shidiq. ( Q.S Al Ahzab : 23 – 24 )
  7. Tawadhu. ( Q.S Asyu’ara : 215 )
  8. Memaafkan, menahan amarah dan berlaku ihsan.( Q. S 3 : 134 )
  9. Menepati janji dan sumpah setia. ( Q.S Al Fath : 10 )
  10. Sabar. ( Q. S 2: 153 )
  11. Iffah ( kesucian jiwa ) dan kiram ( tidak mudah untuk tunduk kepada hawa nafsu dan yang mengotori jiwa. ) Q. S Al Hasyr : 9.
  12. Wara’ ( menjauhkan dari hal syubhat ) dan zuhud ( meninggalkan hal berbuat dosa ).
  13. Adil dan jujur. ( Q.S 5 : 8 )
  14. Tidak mengungkit – ungkit dan menyombongkan diri.
  15. Memelihara hal – hal yang dimuliakan ALLAH. ( Q.S Al Hajj : 30 )
  16. Berlapang dada dan tidak melayani pengumpat dan pengadu domba.
  17. Tekad yang bulat, tawakkal dan yakin. ( Q.S Athalaq : 3 )
  18. Sederhana dalam segala hal.
  19. Bertahan dalam kebenaran dengan teguh dan pantang mundur.
  20. Menjauhi sikap pesimistis dan over estimasi


III. Tabiat Gerakan dan Medannya.
Seorang pemimpin harus memperhatikan hal – hal berikut :

  1. Harus beriltizam ( taat ) dengan tujuan berdirinya jama’ah.
  2. Memelihara keuniversalan tujuan dan medan gerakan dengan seluruh konsekuensinya.
  3. Menjaga tabiat tahapan da’wah. ( Tajarrud = berangsur – angsur, ta’rif = pengenalan, takwin = pembentukan dan tanfidz = pelaksanaan. )
  4. Kewajiban memberikan perhatian serius terhadap tarbiyah di setiap peringkat.
  5. Memperhatikan seluruh aktivitas politik.
  6. Harus mengawasi sikap jama’ah dan jama’ah – jama’ah lainnya.
  7. Tahap perjuangan kita yang akan datang lebih ditekankan kepada bentuk jihad dan menegakkan hukum ALLAH di seluruh aspek kehidupan.
  8. Mempersiapkan seluruh masyarakat untuk menjadi asas kuat bagi tegaknya hukum dan pemerintahan Islam yang mantap dan utuh.
  9. Wanita muslimah dapat memainkan peranan penting dalam amal Islami.
  10. Memperhatikan generasi muda dengan mendidik kepribadian Islamnya.
  11. Harus berusaha sungguh – sungguh mewariskan da’wah ini kepada generasi mendatang dengan segala kemurnian, keaslian, keuniversalan dan pengalamannya.
  12. Da’wah ini meliputi berbagai negara, bangsa dan warna kulit.
  13. Dana adalah urat nadi amal Islami.
  14. Memanfaatkan dengan sebaik – baiknya pengalaman dalam gerakan dan realitas keragaman aktivitas Islami.


IV. Beberapa Petunjuk Dalam Bergerak.

Petunjuk untuk seorang pemimpin agar dapat menjalankan roda da’wah ke arah yang lebih baik :

  1. Memberikan perhatian yang menyeluruh terhadap tugas dan tanggung jawab.
  2. Memiliki kepercayaan kuat terhadap tugasnya.
  3. Setiap penanggung jawab harus menyusun program kerja lengkap.
  4. Tepat dalam memilih petugas yang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
  5. Pemimpin dituntut mengatur waktu dan urusannya seefektif mungkin.
  6. Selalu sadar dan tanggap demi terjaminnya perjalanan da’wah.
  7. Memiliki kecekatan dan kekuatan tekad.
  8. Menumpukkan perhatiannya kepada usaha yang sangat diperlukan, tidak perlu banyak diskusi.
  9. Menghindari memberikan satu pendapat dalam masalah khilafiyah.
  10. Berkewajiban menjauhkan jama’ah dari terjerumus ke dalam permusuhan golongan.
  11. Berda’wah adalah ibadah kepada ALLAH.
  12. Harus percaya atas ketinggian moral anggotanya yang bertugas.
  13. Tidak boleh membatasi aktivitasnya semata – mata untuk masa sekarang.
  14. Ia harus benar – benar meningkatkan dan mengembangkan cara kerja, sarana serta mutu.
  15. Bertanggung jawab dalam menilai dan mengevaluasi amal dan hasil setiap saat.
  16. Tidak boleh membanggakan dan menyanjung kemampuan, tenaga dan kelaikannya yang menyebabkan seseorang terjerumus.
  17. Tidak wajar mengkonsentrasikan segenap kegiatannya dalam urusan administrasi semata dengan menyampingkan segi aktivitas dan mentalitas yang menjadi dasar perjuangan.
  18. Harus memiliki berbagai kelaikan untuk memudahkan perputaran roda kepepimpinan dan amal usaha ketika terjadi suasana kritis.
  19. Ukuran keutuhan dan kekompakkan kepemimpinan adalah kekuatan jama’ah dan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya.
  20. Menjauhkan konflik dengan orang lain selama masih dapat dihindari.
  21. Semangat pemuda harus dipelihara dan diarahkan serta selalu dikontrol.
  22. Melindungi jama’ah dari munculnya berbagai aliran pemikiran yang bertentangan dengan khiththah ( ketentuan ) jama’ah.
  23. Tidak dibenarkan membiarkan terbentuknya kelompok tertentu yang berdasarkan suku, kedaerahan dan semacamnya.
  24. Menyelesaikannya dengan tenang dan tuntas serta penuh kebijaksanaan dalam permasalahan.
  25. Jika terdapat seorang yang lebih mampu dan baik, kepepimpinan dapat diserahkan kepada orang lain.


V. Beberapa Petunjuk Pergaulan Antara Pemimpin Dan Anggota :

  1. Pemimpin harus pandai memilih orang yang laik dalam memegang jabatan.
  2. Tidak boleh bersikap pesimitis dan buruk sangka.
  3. Pemimpin dapat bergaul rapat dengan anggotanya.
  4. Memperbaiki pembagian tugas dan menentukan spesialisasi supaya tidak tumpang tindih.
  5. Menentukan, mengatur dan memudahkan jalur komunikasi di setiap peringkat.
  6. Berusaha sungguh – sunguh meningkatkan posisi kepemimpinan dan melatih anggota sesuai dengan bidang masing – masing.
  7. Penting memberikan kebebasan kepada anggota untuk memilih sarana dan cara yang paling baik yang dapat membantu pelaksanaan tugasnya.
  8. Selalu membangkitkan semangat kerja sama yang penuh kejujuran dengan anggota.
  9. Harus membiasakan diri bermusyawarah dengan para anggotanya.
  10. Menentukan keputusan dan perintah yang hendak dilaksanakan.
  11. Diadakannya pertemuan rutin dengan sesama pengurus untuk menyelaraskan gerakan.
  12. Memperhatikan setiap rangkaian dan mata rantai dalam komunikasi, tidak overlapping.
  13. Perlu dikaji situasi yang menyebabkan anggota yang melakukan kesalahan tersebut.
  14. Mewaspadai dalam menjalankan tindakan pemecatan dan pembekuan keanggotaan karena kesalahan yang dilakukan.
  15. Memperhatikan setiap anggota yang diberikan amanah dan cepat menegurnya jika melakukan kesalahan.
  16. Perlu mendorong dan meningkatkan semangat anggota yang menjalankan amanahnya.
  17. Semua anggota bekerja semata – mata karena ALLAH .
  18. Memiliki pengetahuan lengkap tentang perjalanan gerakan, pelaksanaan dan aktivitas yang dilakukan para pelaksana.
  19. Meminta pandangan dan saran anggota tertentu yang berguna kelancaran strategi da’wah.
  20. Anggota tidak boleh diberi amanah kecuali ia telah menguasai bidang tersebut.
  21. Orang yang terlalu bersemangat sebenarnya sangat berbahaya jika diberikan amanah yang strategis.
  22. Meningkatkan moral anggotanya jika mengalami peristiwa ketidakberuntungan. ( Q.S 3 : 139 – 141 )
  23. Memperhatikan kelurusan, keaslian dan kemantapan jalan da’wah serta menjauhi bentuk penyimpangan.
  24. Memadukan antara generasi pertama dan generasi penerus dalam setiap kegiatan.
  25. Mewaspadai terhadap usaha musuh yang berpura – pura bergabung sebagai batu loncatan untuk tujuan mereka.
  26. Memelihara tabiat gerakan da’wah dengan seluruh potensi yang ada.
  27. Waspada dan berhati – hati dalam mengeluarkan keputusan yang menyangkut darah seorang muslim, kecuali setelah di cek dengan teliti.


B. KEANGGOTAAN DAN TUNTUTANNYA.

I. Beberapa Persyaratan Pokok Seorang Aktivis :

  1. Memahami benar arti komitmennya kepada Islam.
  2. Mengenal karakter tahapan da’wah yang sedang dijalaninya beserta konsekuensinya.
  3. Meyakini bahwa kembali kepada kitabullah dan sunnah rasul SAW secara benar dan serius adalah satu – satunya jalan untuk menyelamatkan ummat Islam dari segala krisis.
  4. Yakin akan kewajiban bergerak membangunkan iman di dalam jiwa manusia.
  5. Harus mengetahui sejelas – jelasnya bahwa amal usaha menegakkan Daulah Islamiyyah adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah.
  6. Mengetahui bahwa kewajiban ini tidak mungkin terlaksana dan tercapai hanya dengan usaha perseorangan.
  7. Amal jama’i dipandang sebagai persoalan yang wajib ditunaikan sebelum melangkah membangun kembali Daulah Islamiyyah.
  8. Harus menyadari perlunya memilih jama’ah yang akan dimasukinya.
  9. Harus meneliti sifat – sifat asasi jama’ah tersebut.
  10. Harus mengetahui bahwa dasar Islam adalah kesatuan kata dan shaff. ( Q.S 3 : 103, 8 : 46 )
  11. Dalam memilih harus dengan kesadaran sendiri, tidak karena desakan, paksaan, berpura – pura tenggang rasa dan kepentingan lain.
  12. Amal jama’i memiliki syarat dan keiltizaman yang harus diketahui.
  13. Dasar ber-Amal jama’i semata – mata karena ALLAH. ( Q.S Al Fath : 10 )
  14. Setiap anggota jama’ah harus menyadari akan kebaikan yang tak ternilai dengan bergabungnya di dalam jama’ah yang memperjuangkan Islam secara benar.
  15. Harus mengetahui bahwa persoalan terpenting di jalan da’wah ialah kesadaran terhadap pengawasan ALLAH SWT.


II. Beberapa Keharusan Dan Perilaku Anggota Yang Harus Ditegakkan :


  1. Menjadi seorang mu’min yang teguh dan yakin terhadap amal jama’i dengan segala tuntutannya. ( Q.S Al Hajj : 77 – 78, Al Mu’minun : 115 – 116 )
  2. Harus mengetahui secara mendalam segala ketentuan jama’ah.
  3. Harus melengkapi diri dengan berbagai bidang kemampuan dan kelaikan agar menjadi tenaga yang efektif, kuat dan baik.
  4. Menyerahkan hidupnya untuk berjuang karena ALLAH dan menegakkan kekuasaan agama ALLAH semata.
  5. Keiltizamnya dengan arahan.
  6. Beriltizam dengan pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh yang menjadi landasan jama’ah.
  7. Beriltizam dengan cara gerakan dan seluruh langkahnya sebagai mana yang telah ditentukan jama’ah untuk mewujudkan tujuannya yang agung.
  8. Menjadi pelindung terpercaya terhadap tujuan jama’ah.
  9. Harus berani menempatkan dirinya di barisan jihad fiisabilillah. ( Q.S 9 : 111, Al Ankabut : 6 )
  10. Harus mengetahui martabat jihad.
  11. Berkewajiban melatih diri agar mudah berkorban di jalan ALLAH. ( Q.S 9 : 120 – 121 )
  12. Harus menyadari bahwa sesungguhnya dia ibarat berkedudukan di suatu daerah pertahanan yang strategis. ( Q.S Al Ahzab : 23 – 24 )
  13. Ujian ( mihnah ) adalah sunnahtulloh dalam da’wah.
  14. Pembela aqidah dan prajurit da’wah harus mengikhlaskan ketaatan dan kesetiaannya ( wala’ kepada da’wah Islamiyyah dan melepaskan diri dari yang lain. ( Q.S Almumtahanah : 4 )
  15. Berkewajiban menanam dan mempersubur benih cinta – mencintai persaudaraan sesama anggota. ( Q.S 9 : 71, 16 : 53 )
  16. Membiasakan diri melaksanakan setiap perintah pimpinan jama’ah.
  17. Memberikan kepercayaan penuh kepada pimpinan jama’ah.
  18. Setiap anggota harus memiliki “ indera da’wah. ”
  19. Memperhatikan pembentukan pribadi muslim yang spesifik dan mencintai kebenaran.
  20. Menjauhi cara – cara partai politik yang jahat, kedaerahan, elitis dan yang bertentangan dengan adab Islam.
  21. Anggota ibarat pengawal di sebuah benteng pertahanan.
  22. Menjauhi segala tindakan yang mempersukar barisan di dalam amal Islami.
  23. Wajib beriltizam dengan sikap adil dan sederhana, tidak keterlaluan dan tidak meremehkan.
  24. Mempergiat makanisme saling nasihat – menasihati kepada kebenaran.
  25. Perbaiki diri dan seru orang lain untuk berbuat baik.
  26. Harus bersungguh – sunguh memperbaiki hubungan dan komunikasi dengan sesama aktivis.
  27. Wajib menjaga waktunya dengan serius, berdisiplin, seluruh urusannya rapi, berguna untuk manusia, mampu berusaha, mujahid untuk dirinya, waspada terhadap godaan duniawi.
  28. Harus memikirkan persoalan rumah tangga dan keluarganya.
  29. Selalu menumbuhkan harapan di dalam hati keluarga dan saudara – saudaranya bahwa masa depan adalah untuk Islam.
  30. Tidak boleh merasa pesimis dan putus asa ketika menderita kekalahan di medan jihad dalam menentang musuh. ( Q.S 3 : 139 – 142 dan 146 )
  31. Harus menghiasi dirinya dengan seluruh akhlaq Islam dan menjauhi segala budi pekerti buruk dan sifat – sifat yang dilarang Islam.


Panduan Imam Hasan Al Banna untuk para pemuda :
“ Wahai pemuda ! Fikroh ini akan menang jika kita memiliki iman kuat, tulus dan ikhlas kepadanya, punya semangat yang berkobar – kobar, kesiapan berkorban dan beramal untuk mewujudkannya. Empat rukun ini : Iman, Ikhlas, semangat dan amal, merupakan ciri khas pemuda. Sesungguhnya dasar iman adalah hati yang hidup, asas ikhlas ialah hati yang suci murni, landasan semangat yaitu perasaan yang kuat dan amal adalah tekad yang selalu segar “.

ALLAH Berfirman : “ Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda – pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk. “ Q.S Al Kahfi : 13.

Minggu, 10 Februari 2013

Masa Depan Ditangan Islam


1. "Masa Depan Ditangan Islam". Bnyk yg meragukan Tp sy bukan bagian dr kami itu. Karena kalimat ini adlh sebuah kepastian ....

2. Karena Optimisme mrpkan salah satu buah dari sikap istiqomah qt dalam beribadah, berdakwah dan berjihad di Jalan Allah

3. Optimisme itu juga yg ada dalam memandang kalimat "Masa Depan Ditangan Islam". Mengapa ?? Krn islam memiliki syarat2 utk ada diposisi itu

4. Kenapa "Masa Depan Ditangan Islam" ??? Karena "Islam Merupakan Pedoman Hidup". Satu2 nya Pedoman yang Diridhoi Oleh Allah (QS 3:19)

5. Pedoman yang akan membuat org menjadi rugi jikalau tidak memegangnya erat2 (QS 3:85). Karena Dien Ini bukan Karya Bumi tp Karya dr Langit

6. Kenapa "Masa Depan Ditangan Islam" Karena "Agama Islam adlh Agama Fitrah". Bhwa setiap manusia diciptakan sesuai dgn fitrahnya

7. Fitrah manusia adalah suci dan Islam (QS 30:30). Allahpun sdh memintai bai'at qt saat ruh ingin ditiupkan k dlm janin (7:172)

8. Dan fitrah itu sudah menunjukkan bukti2 nyata. Bhwa saat ini islam mengalami perkembangan yg sangat pesat. Bkn hanya di negerinya...

9. ... Tp di jantung2 negeri Romawi. Hanya penyakit syahwat dan syubhat lah yg mmbuat mereka terhalang untuk mengenal Allah

10. Penyakit yg bersumber dari syahwat adlh fasik (QS 2:27), sombong (QS 16 : 22), Zholim (QS 61:7), Dusta (QS 39:3), dan maksiat (QS 25:43)

11. Sdgkn yg brasal dr Syubhat adlh kebodohan (QS 2:118), Keragu2an (QS: 22:55), penyimpangan (QS: 5:13) dan kelalaian (QS: 7:179)

12. Saat ini bnyk yg memanfaatkan kebodohan umat agar umat jauh dari Fitrahnya. Dgn melakukan tipu daya (QS 86:15) ... Salah satunya #JIL

13. Namun Allah menjawab Makar itu melalui QS 60:8 . Salah satu sarana utk membungkam mulut2 mrk adalah #IndonesiaTanpaJIL

14. Semoga Keistiqomahan selalu ada pada diri Prajurit2 langit untuk mengembalikan umat kepada Fitrah nya yaitu islam ...

15. Kenapa "Masa Depan Ditangan Islam" karena "Islam adlh Agama Kemanusiaan". Islam sngt memanusiakan manusia. Duduk sama rendah berdiri ...

16. ...Berdiri sama tinggi. Bukan Ras/suku, warna kulit, ataupun gender yg membedakan mereka hnya ketaqwaan di mata Allah dgn kwajbn msng2

17. Karena itu, Tapal batas negeri islam bukanlah tapal2 batas georrafis sebuah negara. Karena disetiap jengkal tanah yg didalamnya trdpt ..

18. ... Manusia yg memeluk Al Qur'an dlm hatinya maka disitulah negeri islam. Dan Prajurit2 langit wajib melindunginya.

19. Rosululloh bersabda bahwa barangsiapa yg tidak peduli dgn urusan umat muslim maka mrk bukan bagian dr kaumku. Itulah mengapa ...

20. ... Prajurit langit harus peduli dgn saudaranya di negerinya sendiri yg terkena musibah banjir. Dan itu pula yang membuat ...

21. ...Prajurit Langit juga peduli dgn saudara2 nya di #gaza , #suriah , dan negeri2 muslim lainnya. Semua terkoneksi dgn hati yg sama ...

22. Hati yang terkoneksi karena mereka hidup dibawah naungan yg sm "Al Hayatu Fii Zhilalil Qur'an" dan  "Al Hayatu Fii zhiilalit Tauhid"

23. Kenapa "Masa Depan Ditangan Islam" karena "Islam Mengajarkan Sifat Tawazzun". Agama ini cinta keseimbang. Adil dlm memandang ...

24. Fanatik pd akhirat ttp tdk melupakan dunia krn ia adlh ladangnya akhirat. Seimbang dlm memandang hal2 yg brsifat ruhiyah dan jasmaniyah.

25. Agama ini mminta qt menjadi "Rahib di Malam Hari dan Penunggang Kuda di Siang Hari" . Yg dimalam hari berdiri di mihrab hingga larut...

26. ... Dalam kekhusuan shalatnya. Menggeleng2an kepada dalam dzikir2nya. Dan tersedu2 dlm muhasabah2an malamnya

27. Namun begitu fajar menyingsing, saat gaung jihad menyeru para prajurit langit, mrk sgra menyerukan syiar2 kebenaran dgn lantang ...

28. Seruan yg anggun utk didengar para pendengarnya. Dan mengoyak hati para musuh2 yang mencibir nya. Itulah islam agama yg tawazzun

29. Kenapa "Masa Depan Ditangan Islam" karena " Isyarat Kemenangan Itu Sudah Begitu Jelas dan Terang Benderang"

30. "Tdk ada yg samar & remang2. Smw Terang Bhkn lbh terang di sinar matahari, lbh jelas d cahaya fajar, & lbh bnderang dr putihny siang"

31. Bhw "aksioma pergantian kejayaan" adlh sebuah kepastian (QS 3:140). Bhw "aksioma kemenangan islam" adlh sbuah keniscayaan (QS 9:33)

32. Bhw "akan ada senantiasa ada dlm umatku, golongan yg senantiasa menegakkan kebenaran, dan musuh2 mrk tdk mmpu mmbahayakan mrk ...

33. ...Membahayakan mereka Saat Allah menentukan urusannya" (HR Bukhori-Muslim)

34. Dan Allah sdh berjanji utk memberikan kemenangan kpd golongan yg DIA kehendaki (QS 7:128) dan janji Allah Adalah kepastian (QS 3:9)

35. Teruslah Berjuang Wahai Prajurit Langit .... "Masa Depan Ada Di Tangan Islam" ... Allahu Akbar

(Resume) Kepada Para Pemuda


1. Ikhwahfillah, sadarilah bahwa proses-proses kebaikan yang akan qt sebarkan pasti akan kembali kepada diri kita.

2. Untuk itulah Allah menggambarkannya dengan firmannya dan termaktub di dalam surat Saba : 46

3. Proses-proses kebaikan itu termakdub dalam fikroh-fikroh dakwah qt. Yang menjadikan Allah sebagai tujuan, rosululloh sebagai tauladan

4. Al Qur'an sebagai pedoman hidup, Al Jihad sebagai jalan juang, dan syahid sebagai cita-cita.

5. Ikhwafillah, Ada 4 syarat sebuah fikroh yang akan disebar itu akan menang dan menyebar di muka bumi

6. Keempat syarat itu adalah Keimanan, keikhlasan, semangat, dan beramal. Dan Syarat2 Itu semuanya ada pada diri seorang pemuda.

7. Pemuda yg memiliki seperti ini adalah pemuda yg digambarkan seperti surat Sajdah : 16

8. Yaitu Pemuda yg lambungnya tidak nyaman dengan tempat tidur nya.Pemuda yg tumbuh dalam situasi bangsa yang berkecamuk. Pemuda yg seperti ini akan sibuk dengan amal2 kebaikannya

9. Yag merupakan negasi dari Tipe Pemuda yg tumbuh dalam situasi bangsa damai dan tenang. Pemuda yangg hanya akan sibuk dgn dirinya sendiri

10. Fikroh islam ini akan berada diantara isme-isme yg ada di dunia ini. Dan tentulah isme yg paling baik adalah islam. Karena tidak ada keraguan didalamnya.

11. Dan utk tersebarnya fikroh itulah segala biaya wajib kita keluarkan baik mahal ataupun murah.

12. Namun musuh islam tidak tinggal diam. Disitulah peran musuh-musuh islam untuk menambahkan dan mengurangi ajaran-ajaran islam yang ada

14. Mereka akan mumbuat umat memahami islam secara serampangan dan setengah-setengah

15. Dan Disinilah peran pemuda utk menggambarkaan sejelas-jelasnya ttg islam seperti yg disampaikan di surat 3 : 104

16. Kitalah umat terbaik itu, maka Mulailah membuat sasaran dan langkah-langkah pasti untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut.

17. Dan itulah yg digambarkan disurat Al Ma'idah ayat 35. Dimana Allah meminta qt membuat langkah-langkah itu

18. Allah bersama Orang2 yang berbuat baik. Seperti yg disampaikan di surat al ankabut ayat terakhir

19. Dan langkah2 itu dimulai Pembentukan individu muslim, keluarga muslim, masyarakat yg muslim, pemerintahan yg islami, khilafah, usta'dziyatul alam.

20. Qt bisa mengembalikan itu semua. Karena kita tidak lebih lemah dari generasi sebelum kita. Yg dengan perantara Allah membuktikan kebenaran manhaj ini.

21. Generasi seperti yg digambarkan disurat 3 : 173

Selasa, 15 Januari 2013

(Resume) Kepada Apa Kami Menyeru Manusia

1. Dalam kegiatan-kegiatan dakwah, Kita sering berbicara dihadapan banyak orang  ttg "Kepada Apa kita menangajak Mereka". 

2. Tapi seketika pula anda mungkin terhenyak karena ternyata para mereka tidak memahami penjelasan anda.


3. Permasalahannya ada pada dua hal. Pertama karena tolak ukur yg digunakan berbeda.


4. Kedua ucapan yang samar dan tidak jelas meskipun kita telah menyampaikannya dengan sangat jelas.


5. Tolok ukur dari dakwah ini adalah kitabulloh, al qur'an yang mulia. di kitab itulah Allah memadukan segala bentuk perintah dan larangannya. Memadukan dasar-dasar kepercayaan dan kaidah-kaidah perbaikan sosial.


6. Allah telah menjelaskan tentang macam2 tujuan hidup manusia dan sikap yg mesti diambil dalam menentukan tujuannya. 


7. Pertama adalah manusia yg menjadikan makanan dan kesenangan sebagai tujuan. Sesuai dgn firman Allah dalam surat Muhammad: 12 dan Surat Ali Imron : 14


8. Kedua adalah manusia yang menjadikan penyebaran fitnah, kejahatan dan kerusakan sebagai tujuan. Sesuai dengan Firman Allah Surat Al Baqoroh : 204-205


9. Ketiga adalah manusia yg merealisasikan makna syahadat di dunia. Yaitu membawa manusia ke jalan kebenaran dan membimbing manusi kejalan kebaikan dgn Islam sbn "minhajul Hayyah". Seuai dgn firman Allah surat  Al Hajj 77-78


10. Dalam ayat itu Al Qur'an telah menjadikan kaum muslim sebagai mandatarisnya di hadapan umat manusia, memberikan hak kepemimpinan dan kewenangan utk menunaikan mandat suci.


11. Mandat suci itu artinya pengorbanan. Perngorbanan kepada Allah dengan harta dan jiwanya. Sebagaimana yang Allah sampaikan dalm surat At Taubah ayat 111


12. Itulah mengapa para aktivis dakwah harus menjadikan dunia sebagai wakaf bagi dakwahnya agar ia mendapatkan akhirat sebagai balasan dari Allah atas pengorbanannya


13. Keberadaan tujuan menjadi penting, karena tujuan itulah yg mendorong qt sepanjang perjalanan dan amal-amal itulah buah dari pemahaman qt akan sebuah tujuan


14. Sumber tujuan yang benar adalah sesuatu yg berasal dari sesuatu yg setiap saat mengemuka pada ayat Al Qur'an, menampakkan diri dalam hadits rosululloh dan terealisasikan dalam tidak dan perilaku para prajurit-Prajurit Allah


15. Mungkin banyak yg meragukan kami dalam mengantarkan manusia kepada tujuan tersebut, tapi ingin kami sampaikan kepada mereka semua.


16. Bahwa kami wakafkan kepada mereka segenap potensi kami, bahkan harta dan jiwa kami untuk kebaikan dunia dan akhirat mereka.


17. Kami leburkan harta dan jiwa kami utk tujuan yang besar itu. Semua demi membahagiakan umat dan saudara-saudara kami


18. Dari semua pengorbanan itu, setiap harinya melalui hati, kami hanya bisa mengatakan " tak ada ganjaran yg ku harapkan dari kalian, aku hanya mengharapkan pahala dari Allah"


19. Dengan menisbahkan nasab kepada Allah, kami temukan makna tersendiri yg hanya ditangkap oleh mereka yang melakukannya.


20. Karena bagi kami Allah-lah yang menjadi sumber kekuatan terbesar. Sebagaimana yang Allah sampaikan di surat Ali Imron : 160


21. Namun bukan hanya ragu dgn kami, tetapi banyak juga yg meragukan tujuan kami. Dengan sebuah pertanyaan besar "mengapa kami mau berenang dalam lautan-lautan mimpi ini".


22. Namun sadarilah bahwa mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini. Dan hari ini kami bermimpi untuk kenyataan dihari esok


23. Dan kami menjaga kebenaran mimpi-mimpi kami dengan kekuatan. "Kekuatan adalah jalan yang paling aman untuk memunculkan kebenaran. Sunggung keindahan yg sempurna bika kekuatan bisa berjalan beriringan dengan kebenaran".


24. Dan kekuatan yang kami maksud adalah jihad. Ya, jihad adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami.


25. Kami pun taklupa bahwa jihad itu tidak akan pernah sempurna tanpa adanya campur tangan Allah didalammya. Maka menjadi kewajiban bagi kami utk mensinergiskan 2 kewajiban tersebut


26. Menjadi Rahib dimalam hari penunggang kuda di siang hari. Itulah kalimat terindah yang menjadi mimpi kami selama kami merealisasikan mimpi-mimpi kami