Sabtu, 02 Februari 2013

Jejak (Izzatul Islam)

Menapaki langkah-langkah berduri
Menyusuri rawa, lembah dan hutan
Berjalan diantara tebing jurang
smua dilalui demi perjuangan

Letih tubuh di dalam perjalanan
Saat hujan dan badai merasuki badan
Namun jiwa harus terus bertahan
Karna perjalanan masih panjang

Kami adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

Wahai tentara Allah bertahanlah,,
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah



#Jejak #IzzatulIslam

Hadapilah (Shoutul Harokah)

Walau hujan badai kan terus melanda
Walau amuk gelombang tak henti menerjang
Walau terang mencegah, walau mentari kan membakar
Jangan letih menapaki kehidupan

Ujian bagaikan terik sinar sang surya...

Hadir kedunia bersama berjuta karunia...
Janganlah bertekuk lutut dalam pelukan putus asa...
janganlah bersimpuh dihadapan duka...


hadapilah segala tantangan...
sambutlah harimu dengan suka cita...
hadapilah segala ujian...
dalam kesulitan pasti ada kemudahan...


#Hadapilah #ShoutulHarokah


Selasa, 15 Januari 2013

Mengelola Konflik


Ketika Organisasi ini akan menentukan nasib orang-orang yang ada disekitar kita maka keberadaan rapat menjadi penting. Namun Rapat bukan hanya bicara tentang hasil tetapi Rapat juga merupakan Ruang Psikologis. Karena disini kita akan berbicara tentang kebebasan penuh setiap peserta rapat untuk menyampaiakan pikirannya secara wajar dan apa adanya. Dan tentu saja Setiap Manusia punya cara ekspresi yang berbeda-beda. Ruang Psikologis inilah yang membuat adanya “Gesekan Pemikiran” antar setiap pahlawan”


“Organisasi kita pasti memiliki cita-cita yang besar. Karena cita-cita itulah yang akhirnya menggerakkan hati kita. Kerja-Kerja kita juga merupakan kerja-kerja besar didalamnya karena disinilah nasib bangsa ditentukan. Karena Kerja-Kerja besar itulah kita membutuhkan banyak Pahlawan. Dan ketika organisasi ini menghadirkan Ruang Pergerakan yang menghadirkan orang-orang besar maka pastilah akan terjadi “GESEKAN POTENSI” antar setiap pahlawan yang ada”


“ Ketika hasil Rapat dan Kerja-Kerja kita bersentuhan dengan nasib orang-orang disekitar kita, maka tentulah akan nemimbulkan ekspresi penerimaan yang berbeda pada hati setiap objek kerja kita. Ruang Penerimaan inilah yang mengakibatkan hadirnya “Gesekan Ekspresi” terhadap orang-orang yang tersentuh oleh keputusan organisasi kita”


“Gesekan Pemikiran”, “Gesakan Potensi” dan “Gesekan Ekspresi” itulah yang menghadirkan percikan-percikan api yang kita kenal dengan nama Konflik. Dan itu semua adalah KENISCAYAAN.

Oleh Karena itu kepada kalian yang MEMBERIKAN nasehat


  • Marilah Bertanya pada diri kita, sudahkah pendapat kita terbentuk dari sesuatu yang dibanung dari “Tradisi Ilmiah” atau “Lintasan Pemikiran” ???
  • Marilah bertanya kepada diri kita, apakah pendapat kita merupakan “Kebenaran Objektif” atau “Obsesi Jiwa” ???
  • Seandainya pun pendapat kita benar, Bukankan Mempertahankan Keutuhan dan Keutuhan Organisasi lebih penting ???
  • Sadarilah bahwa sesungguhnya dalam setiap ketidaksetujuan itu kita akan mendapatkan “Pengalaman Keikhlasan” yang baru ???
  • Tidak semua batu bata diletakkan pada posisi yang tinggi, dan tidak juga harus semuanya ada di bawah. Bahkan terkadang si tukang batu akan memotong batu bata tertentu untuk menutup posisi batu bata yang masih kosong guna melengkapi bangunannya
Dan kepada kalian yang DIBERIKAN nasehat

  • Bersikaplah dewasa terhadap setiap kritik
  • Jadilah pendengar yang baik
  • Bersikaplah Objektif terhadap setiap masukan
  • Teruslah berpikir positif
  • Perdalam pemahaman anda terhadap peta organisasi anda






(Resume) Kepada Apa Kami Menyeru Manusia

1. Dalam kegiatan-kegiatan dakwah, Kita sering berbicara dihadapan banyak orang  ttg "Kepada Apa kita menangajak Mereka". 

2. Tapi seketika pula anda mungkin terhenyak karena ternyata para mereka tidak memahami penjelasan anda.


3. Permasalahannya ada pada dua hal. Pertama karena tolak ukur yg digunakan berbeda.


4. Kedua ucapan yang samar dan tidak jelas meskipun kita telah menyampaikannya dengan sangat jelas.


5. Tolok ukur dari dakwah ini adalah kitabulloh, al qur'an yang mulia. di kitab itulah Allah memadukan segala bentuk perintah dan larangannya. Memadukan dasar-dasar kepercayaan dan kaidah-kaidah perbaikan sosial.


6. Allah telah menjelaskan tentang macam2 tujuan hidup manusia dan sikap yg mesti diambil dalam menentukan tujuannya. 


7. Pertama adalah manusia yg menjadikan makanan dan kesenangan sebagai tujuan. Sesuai dgn firman Allah dalam surat Muhammad: 12 dan Surat Ali Imron : 14


8. Kedua adalah manusia yang menjadikan penyebaran fitnah, kejahatan dan kerusakan sebagai tujuan. Sesuai dengan Firman Allah Surat Al Baqoroh : 204-205


9. Ketiga adalah manusia yg merealisasikan makna syahadat di dunia. Yaitu membawa manusia ke jalan kebenaran dan membimbing manusi kejalan kebaikan dgn Islam sbn "minhajul Hayyah". Seuai dgn firman Allah surat  Al Hajj 77-78


10. Dalam ayat itu Al Qur'an telah menjadikan kaum muslim sebagai mandatarisnya di hadapan umat manusia, memberikan hak kepemimpinan dan kewenangan utk menunaikan mandat suci.


11. Mandat suci itu artinya pengorbanan. Perngorbanan kepada Allah dengan harta dan jiwanya. Sebagaimana yang Allah sampaikan dalm surat At Taubah ayat 111


12. Itulah mengapa para aktivis dakwah harus menjadikan dunia sebagai wakaf bagi dakwahnya agar ia mendapatkan akhirat sebagai balasan dari Allah atas pengorbanannya


13. Keberadaan tujuan menjadi penting, karena tujuan itulah yg mendorong qt sepanjang perjalanan dan amal-amal itulah buah dari pemahaman qt akan sebuah tujuan


14. Sumber tujuan yang benar adalah sesuatu yg berasal dari sesuatu yg setiap saat mengemuka pada ayat Al Qur'an, menampakkan diri dalam hadits rosululloh dan terealisasikan dalam tidak dan perilaku para prajurit-Prajurit Allah


15. Mungkin banyak yg meragukan kami dalam mengantarkan manusia kepada tujuan tersebut, tapi ingin kami sampaikan kepada mereka semua.


16. Bahwa kami wakafkan kepada mereka segenap potensi kami, bahkan harta dan jiwa kami untuk kebaikan dunia dan akhirat mereka.


17. Kami leburkan harta dan jiwa kami utk tujuan yang besar itu. Semua demi membahagiakan umat dan saudara-saudara kami


18. Dari semua pengorbanan itu, setiap harinya melalui hati, kami hanya bisa mengatakan " tak ada ganjaran yg ku harapkan dari kalian, aku hanya mengharapkan pahala dari Allah"


19. Dengan menisbahkan nasab kepada Allah, kami temukan makna tersendiri yg hanya ditangkap oleh mereka yang melakukannya.


20. Karena bagi kami Allah-lah yang menjadi sumber kekuatan terbesar. Sebagaimana yang Allah sampaikan di surat Ali Imron : 160


21. Namun bukan hanya ragu dgn kami, tetapi banyak juga yg meragukan tujuan kami. Dengan sebuah pertanyaan besar "mengapa kami mau berenang dalam lautan-lautan mimpi ini".


22. Namun sadarilah bahwa mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini. Dan hari ini kami bermimpi untuk kenyataan dihari esok


23. Dan kami menjaga kebenaran mimpi-mimpi kami dengan kekuatan. "Kekuatan adalah jalan yang paling aman untuk memunculkan kebenaran. Sunggung keindahan yg sempurna bika kekuatan bisa berjalan beriringan dengan kebenaran".


24. Dan kekuatan yang kami maksud adalah jihad. Ya, jihad adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kami.


25. Kami pun taklupa bahwa jihad itu tidak akan pernah sempurna tanpa adanya campur tangan Allah didalammya. Maka menjadi kewajiban bagi kami utk mensinergiskan 2 kewajiban tersebut


26. Menjadi Rahib dimalam hari penunggang kuda di siang hari. Itulah kalimat terindah yang menjadi mimpi kami selama kami merealisasikan mimpi-mimpi kami

Dakwah Dan Tarbiyah

1. Ada 2 alasan mengapa kita harus berbuat baik. Pertama adalah karena Allah sudah begitu baik kepada Kita.

2. Bahwa selama kita hidup di dunia entah berapa banyak kebaikan yang Allah berikan kepada kita.

3. Bukan hanya kebaikan berupa nikmat yang bisa kita hitung hal itu biasanya berupa materi

4. Tetapi juga nikmat yang tidak bisa kita hitung seperti nikmat islam, iman, dan sehat.

5. Bahkan ketika qt bersyukur seperti yang Allah sampaikan di surat (14:7) maka Allah akan tambahkan

6. Dan ketika Iman itu kita syukuri maka Allah akan tambahkan kenikmatan itu sebagaimana di surat (47:4)

7. Karena Allah begitu baik kepada kita maka Allah mengingatkan kita dalam kalam nya yang di abadikan di surat (28:77). 

8. Dalam ayat tersebut terdapat penggalan "Berbuat baiklah kalian sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kalian"

9. Maka sahabat sekalian. Ketika kita ingat bahwa Allah telah menyelamatkan kita dari kegelapan menjadi pribadi yag menikmati "halawatul iman" maka berbuat baiklah kepada orang lain.

10. Ajaklah org lain kpd kebaikan sebagaimana Allah mengajak kita kepada kebaikan. Selamatkanlah orang lain sebagaimana Allah telah menyelamatkan kita. Itulah yang dinamakan #dakwah

11. Alasan kedua kenapa kita Harus berbuat baik adalah karena setiap amal-amal kita akan dicatat oleh Allah. Hal ini termaktub dlm surat (99: 7-8)

12. Tidak ada yang luput dihadapan Allah swt. Semua yang kita lakukan pasti akan dimintai pertanggung jawaban. 

13. Tidak ada yang meleset dan tidak ada yang tertinggal. Dgn hal itu seharusnya membuat kita tersadar bahwa setiap harinya kita harus berbuat baik

14. Bahwa setiap harinya harus lebih baik dari hari ini. Tidak ada waktu utk bermaksiat dan tidak ada waktu utk bersantai dalam memberbaiki diri

15. Maka perbaikilah terus diri kita hingga menjadi pribadi yang syamil. Pribadi yang tidak pernah bosan utk memberbaiki diri, dan itulah yg dinamakan #Tarbiyah

16. Maka ikhwafillah jangan pernah lepas dari #dakwah dan #tarbiyah. Karena itu adalah kenikmatan yang tidak diberikan kepada seluruh makhluknya

17. Selamat menikmati dan meleburkan diri dalam proses #dakwah dan #tarbiyah yang sepanjang hayat dan tiada berujung (QS 94: 7-8)

Senyum


1. Senyum itu inpsirasi. Inspirasi dari kebuntuan terhadap cara dan jalan yang sudah ditempuh.

2. Senyum itu harapan. Harapan dari semua usaha yang telah diusahakan.

3. Senyum itu pengorbanan. Pengorbanan dari setiap perbuatan yang telah dipersembahkan

4. Senyum itu cinta. Cinta yang membuat kita ikhlas terhadap apa yang diperjuangkan

5. Senyum itu ketenangan. Ketenangan yang membuat kita nyaman terhadap apa yg kita lakukan

6. Senyum itu keberanian. Keberanian untuk menjawab kegundahan hati dan jiwa

7. Senyum itu ibadah. Ibadah yang paling murah dan paling mudah

8. Senyum itu kemenangan. Kemenangan yang membuat hati menjadi tentram dan bangga

9. Senyum itu Menyenangkan. Karena dengannya orang memiliki semua definisi senyum yang terangkai melalui mimik wajah indah makhluk tuhan

Mengelola Idealita dan Realita

1. Mimpi itu keinginan, keinginan yg membuat hidup menjadi lebih indah, 

2. Mimpi itu keinginan, keinginan  yg membuat hidup menjadi lebih berwarna.

3. Mimpi itu Harapan, harapan yg membuat qt rela berkorban, bersusah payah dan berlelah-lelah memperjuangkannya,

4. Mimpi itu Harapan, harapan yang membuat hidup kita menjadi lebih hidup dari sebelumnya.

5. Namun garis kehidupan ini tidak akan bernah lurus seperti yg kita bayangkan.

6. Bahwa garis kehidupan terkadang tidak sesuai dengan mimpi yang diharapkan. Tidak sesuai dengan mimpi yg diinginkan.

7. Dan Ketika semua itu terjadi maka kata ikhlas menjadi kunci. 

8. Ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa takdir langit lebih indah daripada tekad dari bumi. 

9. Dan setelah itu... Kembalilah Merangkai mimpi... Menghadirkan kembali keinginan....

10. Mengelola kembali sebuah harapan, menghadirkan kembali tekad dari Bumi, Sampai Allah Turukan Keputusan dari langit.

11. Hadirkan Tekad dan Kemantapan Hati, selanjutnya eksekusi... Biarkan Allah yang memainkan skenarionya...