Selasa, 15 Januari 2013

Al Quwwah Wal Amanah

1. #qiyadah adalah komponen penting dalam perjalanan sebuah harokah disamping #jundi dan #manhaj

2. Dalam surat Al Qoshos Ayat 26 Allah sampaikan 2 syarat penting yang harus dimiliki seorang #qiyadah dalam memimpin sebuah harokah

3. Kedua syarat itu adalah #Al-Qowwiy (kuat) dan #Al-Amin (yg terpercaya). Dua syarat itu adalah modal awal seorang #qiyadah dlm berharokah

4. #al-qowwiy dan #al-amin itu pula yg menjadi standar seorang rijalud dakwah memimpin sebuah bangsa dlm merealisasikan makna syahadatainnya

5. #Al-Quwwah merupakan tafsiran lain dari kata #kapasitas sedangkan #al-amanah merupakan padanan dari kata #kredibelitas ...

6. Kepemimpinan sebuah harokah dan peradaban sebuah bangsa harus dipimpin oleh orang yg #qowwiy.

7. Itulah mengapa dalam sejarah kenabian kita dapatkan peristiwa penolakan rosululloh terhadap permintaan abu dzar al ghifari

8. Yang dimaksud dgn #al-quwwah disini adalah kekuatan 'aqliyyah dan nafsiyyah

9. Dengan kekuatan akal seorang #qiyadah akan dapat memutuskan kebijakan yg tepat sesuai akal sehat dan syari'at

10. Karena #qiyadah yg lemah akalnya pasti tidak akan pernah mampu menyelesaikan permasalahan2 rakyatnya...

11. dengan Kekuatan jiwa seorang #qiyadah dpt mencegah dirinya dari sifat tergesa-gesa, emosional dan tidak sabar

12. Utk itulah rosululloh menyampaikan "Allah lebih menyukai mu'min yg kuat dibandingkan mu'min yg lemah, walau ttp ada kbaikn di dalamnya"

13. #amanah adalah sikap utk memenuhi janji terhadap sesuatu yg harus dijaga. Baik itu berupa hak Allah maupun hak manusia

14. Begitu pentingnya sikap #amanah bagi seorang #qiyadah. Karena Rosululloh mengingatkan jikalau qt mndptkan #qiyadah yg tdk #amanah ...

15. jikalau qt mndptkan #qiyadah yg tdk #amanah maka tunggulah kehancurannya. Mk serahkanlh sesuatu kepada alhinya

16. Adapun ciri seorang pemimpin yg tidak amanah ada lima. Pertama adalah pemimpin yg tdk memenuhi syarat keahlian yg disepakati para ulama

17. Yang kedua adalah #qiyadah yg mementingan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya . Yg ketiga adalah #qiyadah yg hny memikirkan kekuasaan

18. Yg keempat adlh #qiyadah yg menyesatkan umat krn kebohongan kinerjanya. Yang kelima adalah pemimpin yg merusak aqidah dan akhlak umat.

Al Indhibath (Kedisiplinan)

1. #Al-Indhibath (disiplin) adalah salah satu sikap dasar yang dimiliki oleh seorang kader dakwah

2. #Al-Indhibath berarti berkomitmen terhadap hal-hal yang mengikat dirinya utk berbuat sesuatu

3. Dien ini telah banyak mengajarkan kita ttg #al-indhibath. Di antaranya adalah perintah shalat tepat waktu dan perintah berjamaah dengan mengikuti imam.

4. Ada lima macam #al-indhibath. Pertama, #Al-Indhibath As Syar’y (disiplin terhadap aturan syar’i)

5. Seorang kader dakwah harus disiplin pada aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Aturan tersebut harus mengikat dirinya. Agar ia tidak sembrono dalam berbuat. 

6. Dengan sikap ini,  seorang kader dakwah mentaati rambu-rambu yang disinyalkan kepadanya. Kepahaman yang utuh dan baik akan menjaga kader dakwah dari penyimpangan syar’i. 

7. Oleh sebab itu kader dakwah ini patut untuk meningkatkan kepahaman syar’inya. Sehingga tidak terjerumus pada perbuatan yang melanggar ketentuan itu.

8. Kedua, #Al-Indhibath Al Khuluqy (disiplin perilaku atau akhlaq).

9. Disiplin pada akhlaq Islam sebagai wujud dari keimanannya. Karena kesempurnaan iman seorang mukmin adalah mereka yang paling baik akhlaqnya. 

10. Kader dakwah yang senantiasa menjaga norma perilakunya akan menjadi pintu gerbang simpati dan ketertarikan umat pada dakwah ini. Bukankah modal besar Rasulullah SAW. 

11. Dalam dakwahnya juga dari norma perilaku beliau yang sangat menawan hati. Hingga beliau mendapatkan gelar al amin, orang yang tepercaya. 

12. Ketiga, #Al-Indhibath Al Amaly (disiplin amal)

13. Disiplin dalam melakukan sesuatu secara sistematis tidak serampangan apalagi tak beraturan. 

13. Imam Hasan Al Banna menyatakan at tabkir kat ta’khir (orang yang datang lebih-lebih awal sama seperti orang yang datang terlambat). 

14. Ungkapan untuk mengingatkan kita agar disiplin amal yang tidak merugikan orang lain. Bagi mereka yang datang lebih-lebih awal kadang merepotkan orang yang didatangi. 

15. Dan orang yang hadir terlambat menzhalimi hak orang yang datang terdahulu.

16. Disiplin Amal juga mampu menata tugas-tugasnya dengan baik. Dengan itu tidak ada tugas-tugas yang molor apalagi tidak tertuntaskan. 

17. Karena itu Rasulullah SAW. memotivasi dengan sabdanya:
“Allah SWT. menyukai amal salah seorang di antaramu yang rapih amalnya”.

18. Dan amal yang tertata baik berimplikasi pada produktivitas dan nuansa orang yang melakukannya.

19. Keempat, #Al-Indhibath At Tarbawi (disiplin tarbiyah)

20. Disiplin dalam bertarbiyah maknanya adalah terus membina diri untuk mencapai keshalihah pribadi dan sosial dengan menerapkan aturan manhaj secara tepat dan pas.

21. Kedisiplinan ini berawal dari komitmen bahwa tarbiyah amal prioritas dari amalan lainnya. Agar mampu mengokohkan bangunan keterikatan dan keterlibatan dalam amal tarbawi ini.

22. Bila kelonggaran dalam tarbiyah, ditolerir terus menerus maka keutuhan tarbiyah ini dapat runtuh. Bahkan imbasannya mungkin tertular pada amal lainnya. 

23. Firman Allah SWT.:
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Baqarah: 195).

24. Kelima, #Al-Indhibath At Tanzhimy (disiplin struktural).

25. Disiplin pada ketentuan yang dikeluarkan oleh struktural. Ketentuan tersebut menjadi kebijakan yang mengikat kader-kader yang berhimpun didalamnya. Dengan begitu seluruh sikap kader atas arahan yang menjadi kebijakan struktural. 

26. Tidak ‘mentil’ sendirian. Karena sikap semacam itu akan berakibat bagi yang lainnya dan tanzhim secara langsung. 

27. Akan tetapi sikap ini tidaklah mempersempit kader dakwah melakukan kreativitas dan inovasi. Sebab dua hal ini juga disarankan ajaran ini kepada seluruh muslim. Agar dua hal yang berbeda itu berada pada posisinya secara seimbang.

28. Kader dakwah yang disiplin dengan segala kaitannya dapat membentuk pribadi yang memiliki Quwwatul Intima’i (loyalitas kuat). 

29. Hal ini sebagai sikap yang amat prinsipil. Lantaran dari situlah prestise keimanan terbentuk menjadi bangunan yang kuat dalam sanubari seorang mukmin. 

30. Bila demikian halnya kader dakwah mampu mengemban amanah yang diserahkan pada dirinya. Kemudian melaksanakannya dengan segera.

Bekuasa Atas Nama Dakwah

1. Hari ini banyak mispersepsi dan miskonsepsi dari qt dan org2 disekitar qt bahwa kekuasaan bertentangan dengan dakwah

2. Hal ini terjadi karena orang-orang belum melihat wujud yg konkrit dalam diri pemimpin-pemimpin dakwah bahwa kekuasaan adalah bagian yg tidak terpisahkan dr Dakwah

3. Qt Mulai dari Surah Al Kahfi Ayat 84, ayat tersebut dgn tegas mnyatakan bahwa dakwah tidak bisa dipisahkan dari yang nama nya kekuasaan.

4. Kehadiran Kekuasaan dalam konteks dakwah mrpkn sunnatulloh yg pernah berlaku kpd hamba-hambanya yg sholeh

5. Dan Tentu kekuasaan tidak pernah dan tidak akan pernah bergeser dari misi dakwah yaitu menyebarkan dan menegakkan islam di tengah-tengah umat

6. Dzul Qarnain merupakan figur penguasa dan sekaligus aktivis dakwah. Beliau bukan hanya berhasil merealisasikan perpaduan antara dakwah dan kekuasaan tetapi juga berhasil menghadirkan kemajuan dan kemashlahatan bagi umat

7. Dan itu Allah abadikan dalam surat Al Kahfi ayat 83-98

8. Dengan kekuatan dan Kekuasan Dzul Qarnain berhasil melakukan ekspansi dakwah. Itulah mengapa Rosululloh mengajarkan Qt bahwa utk mengatasi yg nama nya kemungkaran maka atasilah terlebih dahulu dengan kekuatan dan kekuasaan baru setelah itu lisan dan Do'a

9. Nabi Yusuf juga mengajarkan qt bahwa kekuasaan adalah sarana yg baik utk memuluskan kinerja dan tujuan dakwah

10. Allah mengabadikan peristiwa ttg yusuf dalam surat yusuf ayat 54-55

11. Bahwa kemudian nabi yusuf meminta jabatan itu benar asalakan ada misi-misi langit didalamnya dan misi itu ada pada misi jama'ah yaitu merealisasikan tujuan dan misi islam

12. Nabi Sulaiman juga mengajarkan Qt bahwa kekuasaan itu harus diminta bukan hanya kepada Manusia ttp juga kepada Allah.

13. Ia Berkata " Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugrah kerajaan yg tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku. Sesungguhnya engkaulah yg maha pemberi "

14. Maka ketika Nabi saja berdo'a agar diberikan kekuasaan mka pasti kekuasaan itu tidak bertentangan dengan islam

15. Itulah sekelumit kisah ttg bagaimana kekuasaan ketika berada ditangan orang sholeh

16. Ketika antm berkuasa akan banyak efek katalisasi rekrutmen kader. Lihat siroh nabawiyah bahwa banyak org berbondong-bondong masuk islam karena fathul makkah

17. Dan efek itu yg harus terus qt perbesar. Tugas qt dalam proses gerakan formal hanya ada 2. Terus memperbanyak kebaikan dan Terus Mengurangi Keburukan.


18. Mimpi kereta dakwah itu adalah keinginan, keinginan utk berkorban terhadapnya, keinginan utk bersemangat dalam memperjuangkannya.

19. Mimpi kereta dakwah itu adalah harapan, harapan agar kehidupan masyarakat lebih baik. Harapan agar mengabulkan segala apa yg qt inginkan

20. Namun garis kehidupan ini tidak akan pernah lurus seperti yg kita bayangkan. Bahwa garis kehidupan terkadang tidak sesuai dengan mimpi yang diharapkan dan diinginkan.

21. Dan Ketika semua itu terjadi maka kata ikhlas menjadi kunci. Ikhlas untuk menerima kenyataan bahwa takdir langit lebih indah daripada tekad dari bumi. 

22. Dan setelah itu... Kembalilah Merangkai mimpi... Menghadirkan kembali keinginan.... Mengelola kembali sebuah harapan, menghadirkan kembali tekad dari Bumi, Sampai Allah Turukan Keputusan dari langit.

23. Hadirkan Tekad dan Kemantapan Hati, selanjutnya eksekusi... Biarkan Allah yang memainkan skenarionya...

Rabu, 24 Oktober 2012

Kemana Ku Labuhkan Cinta Ku

1. Ia bukan kata sifat tapi kata kerja maka ia bukanlah kata harus diucapakn dengan kata-kata tetapi harus dibuktikan melalui karya-karya nyata...

2. Ia bukanlah kata yang berwujud tapi ia bisa dilihat melalui tanda-tandanya, yang dengan tanda-tanda in kita akan bisa menilai apakah ia ada pada hati seseorang atau tidak...

3. Ketika seseorang senantiasa menyebut-nyebut sesuatu itu. bukan sekali , bukan dua kali, atau bahkan tiga kali.. tetapi sering dan intens... maka hal itu berarti ada pada hati seseorang...

4. Ketika seseorang kagum dengan keindahan, kagum dengan segala kesempurnaan yang sesuatu itu miliki.... maka hal itu berarti ada apa hati seseorang

5. Ketika seseorang senantiasa rela terhadap apa yang dilakukan sesuatu tersebut untuk dirinya, ia selalu menganggap berbagai hal yang dilakukan sesuatu tersebut baik walaupun kadang merugikan dirinya... maka hal itu berarti ada pada hati seseorang...

6. Ketika seseorang merasa bahagia ketika banyak pengorbanan yang ia lakukan terhadap sesuatu agar sesuatu itu bahagia... maka itu menjadi bukti bahwa hal itu ada pada hati seseorang

7. Jikalau seseorang senantiasa merasa cemas bila yang sudah ia lakukan terhadap sesuatu tersebut bertepuk sebelah tangan. jika seseorang merasa  cemas tidak memberikan yang terbaik untuk seseuatu tersebut maka itu menjadi bukti bahwa hal itu ada pada hati seseorang....

8. Jikalau seseorang senantiasa tidak berputus asa andai apa yang ia harapkan dari sesuatu tersebut belum ia dapatkan ... maka itu menjadi bukti bahwa ia ada pada hati seseorang...

9. Jikalau seseorang senantiasa melaksanakan perintah dengan yang sesuatu itu perintahkan. maka itu menjadi bukti bahwa ia ada pada hati seseorang....

10. Semua itu adalah tanda-tanda, semua itu adalah indikator... ia adalah tanda-tanda bahwa ada CINTA  pada hati kita... pada diri kita

11. Kehidupan ini akan terasa manis jika hati kita selalu dihiasi dengan rasa cinta... karena itu yang menjadi bukti hati kita masih hidup... namun kepada siapa cinta itu harus kita labuhkan... kepada siapa cinta itu harus kita serahkan...???

12. Allah menyampaikan dalam firmannya yang agung tentang kepada siapa cinta itu harus dilabuhkan... harus diserahkan... Dalam surat Al Baqorroh ayat 165 Allah telah menjawab bahwa orang-orang beriman itu menyerahkan cintanya kepada Allah...

13. Dalam firmannya yang lain Allah berkata dalam surat At Taubah ayat 165 bagi orang-orang yang ingin diberikan petunjuk pada hidupnya harus lebih memilih Allah, rosul dan berjihad di jalan Allah dibandingkan apapun....

14. Bahkan rosululloh bersabda... seseorang akan merasakan manisnya iman ketika ia lebih mencintai Allah dan dan rosulnya dibandingkan apapun... seorang yg beriman boleh mencintai seseorang asalkan ada syaratnya... yaitu ia mencintai seseorang karena Allah... dan di akhirat kelak orang-orang ini juga akan membuat para nabi dan syuhada cemburu melihatnya...

15. Namun apakah apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita adalah laki-laki dan perempuan bagian dari kecintaan kita kepada Allah... ??? jawabannya adalah bukan... karen cinta itu bukan dilandasai karena iman, bukan dilandasi karena Allah... tapi itu dilandasi oleh syahwat yang dikuasai oleh syaithan...

16. Sahabat, cinta itu adalah sesuatu yang fitrah. tergantung bagaimana kita menyikapinya... dengan iman atau dengan syahwat... ??? dan itu pasti akan dialami oleh semua orang... semua tergantung kondisi keimanan seseorang...

17. Maka jagalah iman itu... rawat dengan berkumpul dengan orang-orang soleh dan mintalah kepada Allah agar menjadikan orang-orang yang istiqomah dalam menyerahkan cintanya kepada Allah.... hal itu harus kita lakukan karena ganjarannya besar... ganjarannya dahsyat....

18. Dengan cinta kepada Allah, kita akan menjadi manusia yang bebas... bebas dari segala penghambaan kepada Selain Allah... hasan Al banna mengatakan... tidak ada ketaatan kemaksiatan kepada suatu makhluk kecuali kepada sang kholik...

19. Dengan cinta kepada Allah kita akan mendapatkan ketenangan... karena Allah tempat bersandar... Allah tempat yang maha kuat... dan Allah tidak pernah GALAU

20. Dengan cinta kepada Allah, hidup kitab yang sebentar ini menjadi berkah... terasa lama... bahkan umur pemikiran kita lebih panjang dari pada umur biologis kita... itulah keberkahan yang Allah berikan kepada para pahlawan-pahlawan peradaban... karena Allah sendiri yang menurunkan keberkahan itu...

21. Dengan cinta kepada Allah, hidup kita menjadi baik... karena Allah yang menjaga kita... itu Allah lakukan karena Allah mencintai kita. satu cinta kita berikan kepada Allah maka Allah akan memberikan seribu cintanya kepada kita.

22. Dengan cinta kepada Allah kita akan mendapatkan syurga, yang didalamnya mengalir berbagai macam sungai... sungai yang airnya tidak pernah berbau dan berubah rasanya... sungai-sungai susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai khamar yang lezat rasanya bagi setiap peminumnya.. sungai sungai madu yg memuaskan lidah bagi siapa saja yang meneguknya...

23. Dengan cinta kepada Allah kita akan mendapatkan kemenangan yang nyata... kenikmatan yang melebihi kenikmatan-kenikmatan sebelumnya... itu adalah Ridho Allah... karena dengan itu semua yang berat akan terasa ringan, yang panjang akan terasa pendek dan yang jauh akan terasa dekat...

24. Itulah yang akan kita dapatkan ketika kita mencintai Allah... itulah yang akan Allah berikan ketika kita bersimpuh dihadapan sang pemilik hati...

25. Namun cinta itu bukan rangkaian cerita, bukan keindahan kata-kata... tapi ia adalah rangkaian karya-karya nyata, rangkaian pembuktian-pembuktian empiris, rangkaian pengorbanan-pengorbanan nyata... karena cinta bukanlah kata sifat... tetapi ia kata kerja...

26. Maka wujudkan kecintaan kita dengan mewujudkan dan mengeksekusi kehendak-kehendak langit yang kebenarannya absolute melalui lembaga-lembaga kebaikan kita... jadikan lembaga itu sebagai sarana untuk membuktikan kecintaan qt kepada Allah... hadirkan keberkahan itu pada organisasi-organsasi kebaikan kita... janganlah kita menjadi penghambat turunnya berkah... turunnya pertolongan Allah...

27. Jagalah niat untuk apa kita berorganisasi...niat untuk apa kita ada diorganisasi ini... dan untuk siapa kerja-kerja organisasi kita persembahkan...

28. Manfaatkan waktu yang tersisa... karena ia bersifat limited dan tidak dapat kembali... maka hadirkan tekad untuk tetap berkomitmen untuk berniat karena Allah... dan mantapkan hati karena Allah akan senantiasa menghadirkan ujian bagi para orang beriman, entah itu berupa harta, tahta ataupun wanita...

29. Hadirkan Tekad... Mantapkan Hati... Selanjutnya Eksekusi... Biarkan Allah Memainkan Skenarionya....

30. - Terus Merangkai Mimpi Indah Bersama Kereta Dakwah -

Dakwah itu Indah, Tetap Indah dan Akan Lebih Indah ...

"Dakwah tetap indah walau hanya sidikit yg berada di dalam barisannya. Dan Tetap akan indah karena Syurga sebagai hadiahnya..."

Namun dakwah itu akan terasa LEBIH INDAH jika terdapat ILMU di dalamnya. Ilmu yg akhirnya menjawab mengapa para perwira dakwah harus berdakwah, ilmu yang dapat menjawab untuk siapa para perwira dakwah berdakwah, ilmu yang akan menjawab keraguan para perwira dakwah tentang hadiah dari Allah, ilmu yang akan membuat para perwira dakwah tau apa yang harus mereka sampaikan di tengah-tengah umat. 

Dakwah akan terasa LEBIH INDAH jika terdapat KEYAKINAN akan apa yg mereka bawa, keyakinan akan apa yang akan mereka sampaikan, keyakinan bahwa Allah akan menyertai mereka dalam proses mengeksekusi kehendak-kehendak langit. Keyakinan yang akan menghasilkan motivasi yang besar, kemauan yang kuat dan kehendak yang dahsyat sehingga apapun ujiannya apapun tantangannya, dan apapun cobaannya ia akan tetap istiqomah bersama kereta dakwah.

Dakwah akan terasa LEBIH INDAH ketika para perwira dakwah menyertai gerak langkah perjuangannya dengan KEIKHLASAN. Ikhlas untuk menerima cibiran dan cercaan dari musuh-musuh dakwah, ikhlas untuk menjalankan segala kehendak langit walaupun harta bahkan nyawa yang menjadi taruhannya, ikhlas untuk meleburkan kepentingan pribadinya kepada kepentingan-kepentingan umat.

Dakwah akan terasa LEBIH INDAH jika ada KEJUJURAN pada diri perwira-perwira dakwah tentang motivasi awal ia berada di dalam kereta dakwah, kejujuran terhadap para objek dakwah tentang apa yang akan dibawa oleh perwira dakwah. Tidak boleh ada keraguan yang menghasilkan kebimbangan, karena keraguanlah yang membuat para perwira dakwah bergerak mundur meninggalkan gelanggang dakwah.

Dakwah akan terasa LEBIH INDAH jika ada CINTA didalamnya, cinta terhadap Allah, cinta terhadap rosul, cinta terhadap para perwira dakwah lainnya, dan cinta terhadap jalan juangnya karena cinta adalah indikator seorang bisa merasakan manisnya iman. cinta ini pula yg akhirnya membuat beban berat menjadi ringan, yang panjang terasa pendek ,yang jauh terasa dekat.

Dakwah akan terasa LEBIH INDAH jika ada sikap PENERIMAAN didalamnya, menerima segala konsekuensi yang akan didapatkan perwira dakwah selama mereka ada di jalan juangnya, menerima sikap objek dakwah sebagai respon atas ajakan dan seruannya, menerima setiap takdir-takdir langit atas setiap perjuangan yang telah digelorakan bersama kereta dakwahnya.

Dan Dakwah akan terasa LEBIH INDAH ketika ada PELAKSANAAN didalamnya. Pelaksanaan yang menjawab seluruh teori dan sikap yang telah didapatkan dan diyakini para perwira dakwah. Pelaksanaan yang akan menjawab seberapa banyak ilmu yang telah diyakini dan dimiliki oleh para perwira dakwah, pelaksanaan yang akan menjawab tentang keyakinan dan optimis seorang perwira dakwah atas takdir langit, pelaksanaan yang akan menjawab seberapa ikhlas para perwira dakwah menyerukan umat kepada sang pemilik langit, pelaksanaan yang menjawab kejujuran para perwira dakwah selama berada di medan perjuangan, pelaksanaan yg menjawab seberapa cinta para perwira dakwah dengan jalan juangnya, dengan kereta dakwahnya, pelaksanaan yang akan menjawab apakah para perwira dakwah menerima segala titah dan takdir sang pemilik langit. Pelaksanaan itu bukan kerja-kerja kata tetapi kerja-kerja nyata ...

- Terus Merangkai mimpi Indah Bersama Kereta Dakwah -

Selasa, 23 Oktober 2012

7 Langkah Sukses Merubah Diri

1.      Set Your Vision

Seorang penyanyi Indonesia papan atas Anggun C Sasmi dalam sebuah kesempatan ketika ia sedang berada di luar negeri untuk show di Tanya oleh beberapa wartawan dengan pertanyaan yang sama yaitu “mengapa anda sukses”. Anggunpun menjaab “ saya sukses karena saya senang sekali bermimpi namun ketika sedang bermimpi saya langsung terbangun untuk segera menyelesaikan mimpi-mimpi yang ada.   Ada beberepa hal yang harus kita pellajari dari peristiwa tadi yaitu

a.       Bermimpilah sebelum mimpi itu dilarang
                  Orang-orang besar ternyata banyak berasal dari seorang pemimpi karena orang-orang yang cerdas adalah orang yang berni berfikir sesuatu mendahuli masanya meski kadang-kadang orang belum bisa memahaminya artinya di berfikir disaat yang lain belum sempat memikirkannya

b.      Mimpi itu penting
                  Mimpi itu ibaratka dynamo yang menggerakkan arus positif dan negative yang mengontrol tubuh kita. Mimpi itu ibarat bahan bakar yang memacu kendaraan untuk bergerak. Mimpi itu ibarat pintu, pintu kesuksesan, pintu kebahagiaan dan pintu kesempurnaan. Mimpi itu ibarat obat, obat penghilang kelemahan, obat penghilang kemalasan, obat penghilang kesedihan, dan obat penghilang kehinaan. Mimpi itu sepru dari kesuksesan karena sukse adalah sesuatu yang di peroleh dengan pengorbanan dan usaha yang keras begitu juga mimpi diperlukan kemauan yang kokah dan mental baju untuk terus semangat mencapainya.

c.       Jangan hanya menjadi Pemain di dalam mimpi
                  Tanpa sebuah kerja nyata, mimpi ibarat orang yang jalan di tempat yanga tiodak akan kemana-mana pergerakannya. Selain itu tanpa kerja nyata mimpi ibarat sebuah tulisan di dalam kertas yang lama kelamaan rusaqk dan menjadi sampah. Intinya lakukan sesuatu untuk melaksanakan mimpi-mimpi itu.

2.      Lakukan 3 M

a.       Mulai dari diri sendiri
                  Ada sebuah kata-kata mutiara yang harus kita ingat. Jika kita ingin membuat ruangan ini terasa gelap jangan pernah mematikan lampu cukup kita pejamkan, jangan pernah menyuruh orang lain terseyum ketika bertemu kita cukup kita yang tersenyum maka mereka juga akan tersenyum. Artinya sebuah kesuksesan untuk merubah diri hanya akan berhasil jika itu dimulai dari keinginan diri untu berubah bukan karena orang lain.

b.      Mulai dari yang kecil
                 Terkadang untuk melakukan sesuatu yang besar memang terasa sulit sehingga membuat kita malas untu kelakukannya. Oleh karena itu bagilah sustu hal yang besar tadi kedalam sesuatu-sesuatu yang kecil dimana sesuatu yang kecil itu dapat kita laksanakan. Kerjakan sesuatu yang kecil tadi maka menjadi sebuah keniscayaan bahwa kkita akan secara tidak sadar mengerjakan sesuatu yang besar. Kita mabil contoh ketika kita ditargetkan untuk membuat artikel yang terdiri dari berpuluh-puluh paragraph maka ketika itu terasa suli bagi menjadi beberapa kumpulan-kumpulan paragraph, jika terasa sulit juga bagi lagi sampai benar-benar kita bisa melaksanakannya.

c.       Mulai dari sekarang
                 Jangan pernah menyianyiakan momentum karena momentum tidak akan datang dua kali. Momentum hanya akan datang pada waktu-waktu tertentu. Sehingga sudah seharusnya bagi kita ketika momentum itu datang kepada kita maka kita harsu segera meyambutnya.

3.      Jangan Pernah Takut Gagal

Orang-orang yang sukses adalah orang orang yang mempersiapkan kegagalan karena kesuksesan dan kegagalan adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Ibaratkan sebuah anak tangga maka jika anak-anak tangga yang kaian lalui adalah kegagalan maka yakinlah bahwa anak tangga terakhir adalah sebuah kesuksesan.

Jangan pernah takut gagal karena hakikat gagal adalah tidak pernah bangkit dari kegagalan itu sendiri. Orang-orang sukses adalah orang yang bisa bangkit dari kegagalan dan mengambil hikamah atas kegagalan tadi.

Thomas Alfa Edison adalah orang yang akrab dengan kegagalan. Dia melalukan percobaan sebanyak 9999 kali dan baru berhasil ketika eksperiman yang ke 10000. Apa jadinya jika pada 9998 di tidak bersemangat untuk melakukan ekseprimennya. Michael Jordan dahulu kala adalah seorang pemain bisbol yang gagal. Jika saja dia berhenti untuk berolahraga maka dunia basket tidak pernah melesat sejauh ini. Nabi Muhammad Saw ketika di gua hiro oleh malaikat jibril disuruh untuk mengucapkan “Iqro’” kemudisn dis gagal. Namun karena perjuangan beliau dan kemuadahan yang diberikan oleh Allah akhirnya beliau bisa membacanya. Apa jadinya ketika pada ucapan yang pertama rosul telah patah semangat untuk mengucapkannya.

Dalam menyikapi sebuah kegagalan atau banyak kegagalan maka kita harus mempersiapkan 2 hal yaitu ketabahan dalam menerima hasil yang didapatkan dan kesabaran untuk menempuh perjalanan panjang yang tak kenal lelah untuk membuat hidup lebih berarti.

4.      Sinergikan Potensimu

Manusia mempunyai 2 potensi yaitu
a.       Body ( Tubuh )
      Allah menciptakan tubuh ini begitu sempurna sehingga banyak potensi yang terdapat pada komponen-komponennya. Tinggal bagaimana kita mensinergiskan komponen-komponen itu.

b.      Spriritual
      Bilal Bin Rabbah pernah merasakan potensi ini karena potensi ini adalah potensi yang teramat penting. Bilal bisa bertahan dari siksaan kafir Quraisy karena di yakin terhadap tuhannya dan yakin tentang keindahan syurag yang di bawahnya mengalir sungai susu yang ketika anda meminta apapun pasti akan diberikan.

5.      Ingat Kembali Kesuksesan Anda

Sering sekali kita melupakan masa-masa dahulu, masa-masa dimana kita pernah sukses masa-masa yang begitu bahagia. Namun sering kali kita melupakan ini yang kita ingat hanyalah kekurangan diri dan kegagalan-kegagalan yang terjadi yang menyebabkan kita rendah diri. Dengan mengingat kesuksesan maka motivasi kita untuk sukses niscaya akan kembali karena dahulu kita pernah melakukannyadan berhasil mengapa sekarang tidak.

6.      Substitusi Peluang Menjadi Tantangan

Untuk melaksanakan suatu kegiatan hanya ada 2 kata mau atau tidak mau bukan bisa atau tidak bisa. Karena jikalau kita mau kita pasti akan sekuat tenaga melalwan apa yang mengahalangi kita dan memaksimalkan apa yang kita punya. Kita ambil contoh seorang pemulung yang ingin makan. Pertanyaan yang harus dijawab oleh pemulung tersebut bukan bisa atau tidak ia makan tetapi mau atau tidak dia makan.

Kita juga harus belajar dari Dr. Helen Keller, beliau adalah seorang doctor referenssi dunia. Kalau kita telusuri cerita beliau beliau adalah seorang dokter yang buta dan tuli. Tidak hanya beliau seorang Winston Churchil adalah seorang orator ulung pada zamannya namun kalau kita belajar dari beliau ternyata beliau tidak dapat mengucap R. Beliau mengakali setiap perkataan yang didalamnya terdapat huruf R dengan kata-kata yang sepadan maknanya dengan kata yang didalamnya terdapat huruf R. Kita juga bisa belajar dari Bilal Bin Rabbah yang secara fisik begitu banyak kekurangannya tapi rosul berkata bahwa ternyata ketika bilal masih ada di dunia terompah sandalnya terlah ada di surge

Kita memanglah bukan malaikat yang begitu sempurna dan tidak ada kekurangannya. Namun yakinlah setiap kekurangan yang ada dalam diri kita maka Allah akan memberikan kelebihan dalam diri kita sesuai dengan jumlah kekurangan yang kita miliki.

7.      Iringi Dengan Keimanan

Kita hidup di dunia adalah berkat kasih sayang Allah kepada kita karena Allah percaya bahwa kita pasti bisa mengurus bumi ini. Sungguh ironi jika semua kesuksesan yang kita dapatkan tidak dibalut oelh sebuah keimanan yang sempurna dan kokoh. Yang tercermin dalam diri seorang manusia berupa rasa syukur kita atas pemberian yang Allah berikan kepada kita. 

Senin, 22 Oktober 2012

Kembali Komitmen Pada Manhaj Tarbiyah



Ikhwatifillah, ketika da’wah ini telah tersebar ke seluruh pelosok dunia maka menjadi sebuah kepastian ada kondisi dimana metode da’wah di negeri yang satu berbeda dengan negeri yang lainnya. Namun menjadi sebuah kepastian, jika kita analogikan da’wah ini dengan mata pelajaran maka akan kita dapatkan dua tipe materi yaitu materi pokok dan juga materi tambahan..

Da’wah-pun seperti itu juga, ada asas pokok yang telah ditetapkan. Asas pokok inilah yang tidak bisa dirubah-rubah sesuai kondisi. Tetapi harokah ini juga membuat pengayaan yang mana pengayaan ini disesuaikan dengan kondisi sebuah negara.

Bentuk dari jama’ah ini di setiap negara pun berbeda beda. Di Indonesia para pendahulu da’wah bersepakat bahwa jama’ah ini berbentuk "Gerakan Politik". Namun banyak kekhawatiran dari para pendahulu da’wah bahwasanya ketika jama’ah ini berbentuk "Gerakan Politik" maka kader-kader da’wah banyak melakukan penyimpangan-penyimpangan hingga akhirnya melupakan asas pokok dari jama’ah ini yaitu tarbiyah.

Tarbiyah adalah elemen terpenting dalam membangun seuah bangsa. Begitu pentingnya sebuah tarbiyah sehingga seluruh kader wajib mempunyai komitmen terhadap tarbiyah. Oleh karena itu untuk memenangkan da'wah ini diperlukan 8 hal :
1.      Sepakat menerapkan Manhaj Tarbiyah
2.      Fokus Pada Muwashofat
3.      Komitmen pada sarana Halaqoh yg ada yg asasi
4.      Disiplin dgn Acara
5.      Maksimalkan aspek tarbiyah, amaliyah, harokiyyah
6.      Menggunakan sarana tarbawi selain halaqoh yg efektif
7.      Evaluasi secara berkala
8.      Evaluasi Kinerja dan kontribusi dlm pemenangan pemilu